Akun WhatsApp kini menyimpan lebih dari sekadar obrolan. Di dalamnya ada percakapan keluarga, grup kerja, foto, dan kadang informasi keuangan. Itu sebabnya akun yang dibajak berbahaya: pelaku bisa menyamar sebagai Anda, meminta uang kepada kontak Anda, atau menyebarkan tautan berbahaya. Kabar baiknya, sebagian besar pembajakan bisa dicegah dengan beberapa pengaturan dan kebiasaan sederhana.

Bagaimana Pembajakan Biasanya Terjadi

Pelaku jarang meretas lewat cara rumit. Modus yang paling sering justru memanfaatkan kelengahan pengguna:

  • Meminta kode verifikasi. Pelaku mencoba mendaftarkan nomor Anda di perangkat mereka, sehingga WhatsApp mengirim kode enam digit ke ponsel Anda. Lalu mereka membujuk Anda memberikan kode itu, sering dengan menyamar sebagai kontak yang dikenal atau layanan resmi.
  • Tautan dan aplikasi palsu. Pesan berisi resi paket atau undangan pernikahan berformat berkas yang memancing Anda memasang aplikasi atau mengisi data.
  • Menautkan perangkat tanpa sepengetahuan Anda. Pelaku memindai kode QR yang Anda berikan atau tampilkan, sehingga akun Anda terbuka di perangkat lain.
  • Memanfaatkan kotak suara. Jika akun tidak diamankan, orang lain bisa mencoba menyadap kode yang dikirim lewat panggilan.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Ini perlindungan terpenting. Dengan verifikasi dua langkah, mendaftarkan nomor Anda di perangkat lain memerlukan PIN enam digit buatan Anda sendiri, bukan hanya kode yang dikirim lewat pesan. Buka Pengaturan, Akun, Verifikasi dua langkah, lalu buat PIN dan tambahkan alamat surel pemulihan. Nama menu bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi. Pilih PIN yang tidak mudah ditebak, bukan tanggal lahir atau urutan angka.

2. Jangan Pernah Membagikan Kode Verifikasi

Kode enam digit dari WhatsApp hanya untuk Anda. Layanan resmi tidak akan memintanya, dan kontak yang meminta kode "salah kirim" patut dicurigai. Jika Anda tiba-tiba menerima kode padahal tidak mendaftar, abaikan dan jangan teruskan ke siapa pun.

3. Periksa Perangkat Tertaut Secara Berkala

Buka Pengaturan, Perangkat tertaut untuk melihat semua perangkat yang sedang tersambung ke akun Anda. Jika ada perangkat yang tidak dikenali, keluarkan segera. Biasakan memeriksa ini sebulan sekali, dan hanya memindai kode QR dari perangkat milik Anda sendiri.

4. Atur Privasi Profil dan Grup

Di menu Privasi, batasi siapa yang bisa melihat foto profil, info, dan status Anda, serta siapa yang bisa menambahkan Anda ke grup. Pengaturan yang terlalu terbuka memudahkan penipu mengumpulkan informasi untuk menyamar atau memasukkan Anda ke grup berisi penawaran palsu.

5. Waspada terhadap Tautan, Berkas, dan Permintaan Uang

Jangan mengklik tautan atau memasang berkas dari pengirim yang tidak jelas, termasuk yang dikirim akun yang tampak dikenal. Jika kontak tiba-tiba meminta uang atau pulsa dengan alasan mendesak, hubungi mereka lewat panggilan telepon biasa atau cara lain untuk memastikan itu benar-benar mereka. Penipu memang mengandalkan rasa panik.

6. Perbarui Aplikasi dan Sistem Ponsel

Pembaruan sering menutup celah keamanan. Aktifkan pembaruan otomatis, unduh WhatsApp hanya dari toko aplikasi resmi, dan hindari versi modifikasi yang menjanjikan fitur tambahan. Versi tidak resmi bisa mencuri data atau membuka akses ke akun Anda.

7. Kunci Layar Ponsel dan Cadangkan Obrolan dengan Aman

Gunakan kunci layar berupa PIN, pola kuat, atau biometrik, karena ponsel yang hilang dan tidak terkunci memberi akses langsung ke obrolan. Bila memakai cadangan obrolan, lindungi akun penyimpanannya dengan kata sandi kuat dan verifikasi dua langkah, sebab cadangan itu juga berisi riwayat percakapan Anda.

Jika Akun Sudah Telanjur Dibajak

  1. Daftarkan ulang nomor Anda di WhatsApp dengan kode yang dikirim ke nomor itu. Cara ini biasanya mengeluarkan pelaku dari akun.
  2. Aktifkan verifikasi dua langkah segera setelah masuk kembali.
  3. Beri tahu kontak penting lewat jalur lain agar tidak menanggapi pesan yang dikirim atas nama Anda.
  4. Laporkan ke WhatsApp dan, bila ada kerugian uang, ke pihak berwenang serta bank terkait dengan menyertakan bukti.
  5. Periksa akun lain yang memakai nomor atau surel yang sama, lalu ganti kata sandinya.

Jika WhatsApp meminta Anda menunggu sebelum bisa mendaftar kembali, ikuti ketentuan waktu tersebut dan hubungi dukungan resmi lewat aplikasi.

Penutup

Pengamanan WhatsApp tidak memerlukan keahlian teknis, hanya beberapa kebiasaan: verifikasi dua langkah, kode yang tidak dibagikan, dan pengecekan perangkat tertaut. Luangkan sepuluh menit hari ini untuk mengaktifkan PIN verifikasi dua langkah dan memeriksa daftar perangkat Anda. Setelah itu, bagikan langkah ini kepada keluarga, terutama yang kurang akrab dengan teknologi.