Saat musim kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap menyisakan kabut asap karhutla yang menyebar hingga puluhan atau ratusan kilometer. Asap itu bukan sekadar mengganggu pemandangan. Partikel halus di dalamnya dapat masuk jauh ke saluran napas, memicu batuk, sesak, bahkan memperburuk penyakit yang sudah ada. Berikut langkah praktis untuk melindungi diri dan keluarga.

Mengapa Asap Karhutla Berbahaya

Asap kebakaran mengandung campuran gas dan partikel. Yang paling dikhawatirkan adalah partikel halus seperti PM2.5, yang ukurannya jauh lebih kecil dari debu biasa dan bisa terhirup hingga ke paru-paru. Paparan asap dapat menimbulkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, dan infeksi saluran pernapasan. Dampaknya lebih berat pada kelompok rentan: bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.

Cara Membaca ISPU

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) adalah angka yang menggambarkan kondisi kualitas udara. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk udaranya. Kategori yang umum dipakai:

  • 1–50: Baik
  • 51–100: Sedang
  • 101–200: Tidak sehat
  • 201–300: Sangat tidak sehat
  • 301 ke atas: Berbahaya

Nilai ISPU dihitung dari beberapa parameter pencemar, termasuk partikel dan gas tertentu. Periksa data resmi dari situs atau aplikasi pemerintah dan BMKG di wilayah Anda. Ketentuannya diatur dalam peraturan menteri lingkungan hidup, jadi untuk rujukan resmi lihat sumber pemerintah, karena situs yang lama masih memakai rentang berbeda.

Atur Aktivitas Berdasarkan Kualitas Udara

  • Baik atau sedang: aktivitas luar ruang umumnya aman, tetapi kelompok sensitif tetap perlu memperhatikan gejala.
  • Tidak sehat: kurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama untuk anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
  • Sangat tidak sehat atau berbahaya: sebisa mungkin tetap di dalam ruangan, tunda olahraga di luar, dan ikuti arahan pemerintah daerah, termasuk kebijakan sekolah.

Memilih Masker yang Tepat

Tidak semua masker melindungi dari partikel halus.

  • Masker kain dan masker bedah biasa menahan percikan dan debu kasar, tetapi kurang efektif menyaring PM2.5.
  • Respirator seperti N95 atau KN95 dirancang menyaring sebagian besar partikel halus bila dipasang rapat di wajah. Pastikan tidak ada celah di sekitar hidung dan dagu.
  • Ganti masker bila basah, rusak, atau sulit bernapas dengan masker tersebut.
  • Pada anak kecil, konsultasikan ukuran dan penggunaan masker dengan tenaga kesehatan, dan jangan memaksakan bila anak kesulitan bernapas.

Masker tidak menggantikan upaya menghindari paparan, jadi kurangi waktu di luar ruangan bila udara buruk.

Menjaga Udara di Dalam Rumah

  1. Tutup pintu dan jendela saat asap pekat, terutama pada jam kabut tebal.
  2. Gunakan pembersih udara berfilter HEPA bila memungkinkan, di ruangan tempat keluarga paling banyak beraktivitas, seperti kamar tidur.
  3. Hindari menambah sumber polusi di dalam rumah: tidak merokok, tidak membakar sampah, dan kurangi penggunaan obat nyamuk bakar atau lilin.
  4. Bersihkan dengan kain lembap daripada menyapu kering yang membuat debu beterbangan.
  5. Minum air yang cukup untuk menjaga selaput lendir saluran napas tetap lembap.
  6. Gunakan pendingin udara dengan mode sirkulasi dalam bila tersedia, dan rawat filternya.

Tanda Bahaya yang Perlu Pemeriksaan Dokter

Segera cari bantuan medis bila muncul:

  • sesak napas atau napas berbunyi mengi yang tidak membaik,
  • nyeri atau rasa tertekan di dada,
  • batuk terus-menerus dengan dahak berdarah,
  • pusing, lemas berat, atau bibir kebiruan,
  • gejala asma yang tidak terkendali dengan obat biasanya,
  • demam tinggi dengan batuk pada anak atau lansia.

Penderita asma atau penyakit jantung sebaiknya menyiapkan obat rutin lebih banyak dan mengikuti rencana tindakan yang disarankan dokter.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah

Sebagian besar karhutla dipicu atau diperparah oleh ulah manusia, misalnya pembukaan lahan dengan cara membakar. Membakar lahan melanggar hukum dan membahayakan banyak orang. Jangan membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering, laporkan titik api kepada pihak berwenang setempat, dan dukung upaya pencegahan di lingkungan Anda. Pada tingkat keluarga, pemakaian produk yang berasal dari praktik pertanian dan perkebunan yang bertanggung jawab juga ikut membantu.

Penutup

Kabut asap karhutla adalah ancaman kesehatan yang nyata, tetapi sebagian besar risikonya bisa dikurangi. Biasakan memantau ISPU, siapkan masker yang sesuai, jaga udara di dalam rumah, dan kenali tanda bahaya. Simpan nomor fasilitas kesehatan terdekat, dan diskusikan rencana ini dengan keluarga sebelum asap datang, bukan sesudahnya.