Jam lima sore, badan lelah, dan pertanyaan yang sama muncul lagi: makan apa malam ini? Jawabannya sering berakhir pada pesan antar atau mi instan. Sesekali tidak masalah. Namun bila menjadi pola harian, dompet menipis dan pola makan ikut berantakan. Meal prep, yaitu menyiapkan makanan atau bahan makanan beberapa hari sebelumnya, bisa menjadi jalan keluar yang realistis.
Apa Itu Meal Prep
Meal prep berarti memasak atau menyiapkan sebagian makanan di muka, biasanya sekali atau dua kali seminggu, supaya di hari kerja Anda tinggal memanaskan atau merakitnya. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang memasak penuh lalu membagi ke wadah, ada yang hanya memotong sayur dan merebus telur, ada pula yang membuat bumbu dasar untuk dipakai berkali-kali. Tidak ada satu cara yang paling benar.
Manfaat bagi Pekerja Sibuk
- Menghemat waktu di hari kerja. Keputusan dan sebagian pekerjaan dapur sudah beres.
- Menghemat uang. Memasak sendiri biasanya lebih murah per porsi dibanding membeli, dan belanja yang terencana mengurangi bahan yang terbuang.
- Lebih mudah mengatur isi piring. Anda menentukan porsi, garam, dan minyak sendiri.
- Mengurangi lelah mengambil keputusan di waktu yang paling tidak prima.
Perlu dicatat, meal prep tidak otomatis membuat makanan lebih sehat. Hasilnya tetap bergantung pada bahan dan cara masaknya.
Langkah Memulai dengan Skala Kecil
Pilih jumlah yang masuk akal. Jangan langsung menyiapkan makan tiga kali untuk tujuh hari. Mulailah dengan makan siang untuk tiga hari kerja. Jika terasa ringan, tambahkan.
Rencanakan menu sederhana. Rumus yang mudah diingat: satu sumber karbohidrat (nasi, kentang, mi gandum), satu sumber protein (telur, tahu, tempe, ayam, ikan), dan sayur. Anda bisa memutar kombinasinya sehingga tidak bosan.
Buat daftar belanja dari menu. Belanja dengan daftar mencegah pembelian impulsif. Periksa dulu apa yang masih ada di kulkas dan dapur.
Sisihkan satu sesi memasak. Misalnya Minggu sore selama satu sampai dua jam. Kerjakan secara paralel: nasi di penanak, protein di oven atau wajan, sayur direbus sambil menunggu.
Siapkan komponen, bukan hanya hidangan jadi. Dengan menyimpan nasi, lauk, dan sayur terpisah, Anda bisa merakit kombinasi berbeda: hari ini tumis, besok disiram kuah.
Menyimpan dengan Aman
Keamanan pangan paling sering terabaikan. Beberapa kebiasaan dasar yang perlu dipegang:
- Dinginkan makanan matang sebelum masuk kulkas, tetapi jangan biarkan terlalu lama di suhu ruang. Sekitar dua jam adalah batas umum yang disarankan.
- Gunakan wadah bersih dan tertutup rapat.
- Simpan di kulkas dan habiskan dalam kisaran tiga sampai empat hari. Untuk jangka lebih panjang, bekukan.
- Panaskan ulang hingga benar-benar panas merata, dan jangan memanaskan berulang kali.
- Beri label tanggal pada wadah.
- Buang makanan yang berbau atau berlendir, meski belum lama disimpan.
Sayur berkuah santan atau yang mudah layu sebaiknya dimakan lebih cepat. Jika punya kondisi kesehatan tertentu, ibu hamil misalnya, atau menyiapkan makanan untuk anak kecil dan lansia, lebih berhati-hati dalam penyimpanan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Terlalu ambisius di awal, sehingga di akhir pekan kewalahan dan berhenti. Menu yang sama selama seminggu, sehingga bosan dan akhirnya jajan. Wadah tidak cocok, misalnya tidak tahan panas atau bocor di tas. Lupa menyisakan ruang fleksibel. Rencanakan empat hari saja, biarkan sisanya untuk makan di luar atau sisa makanan.
Bila Waktu Sangat Terbatas
Anda tidak perlu memasak sepenuhnya. Beli bahan yang sudah dipotong, gunakan sayur beku, atau rebus telur dan masak nasi dalam jumlah banyak. Bahkan sekadar menyiapkan bumbu dasar dan memotong sayur untuk tiga hari sudah memangkas banyak waktu.
Penutup
Meal prep adalah alat, bukan kewajiban. Coba satu minggu saja dengan makan siang tiga hari, lalu catat apa yang berhasil: berapa uang yang tersisa, seberapa lelah Anda, dan menu mana yang masih enak di hari ketiga. Dari catatan itu, Anda bisa menyesuaikan pola yang paling cocok dengan jadwal dan selera Anda sendiri.