Riset Keyword: Cara Menemukan Kata Kunci yang Tepat untuk SEO
Menulis artikel tanpa riset keyword ibarat membuka toko di gang yang tidak pernah dilewati orang. Barangnya mungkin bagus, tetapi tidak ada yang datang. Banyak blog dan website bisnis mengalami hal ini. Mereka rajin menerbitkan konten, tetapi trafiknya tetap sepi. Penyebabnya sering sederhana: topik yang ditulis tidak sesuai dengan apa yang benar-benar dicari orang.
Riset keyword adalah proses menemukan kata dan frasa yang digunakan calon pembaca saat mencari informasi di mesin pencari. Proses ini menjadi fondasi dari hampir semua strategi SEO dan pemasaran konten. Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari jenis-jenis kata kunci, cara membaca maksud pencarian, dan langkah riset dari awal hingga akhir. Kami juga membahas alat yang bisa digunakan, cara memetakan kata kunci ke halaman, dan kesalahan yang sering terjadi. Jika Anda masih baru di dunia SEO, sebaiknya baca dulu artikel apa itu SEO sebagai pengantar.
Apa Itu Riset Keyword?
Riset keyword atau riset kata kunci adalah proses mencari, menganalisis, dan memilih kata kunci yang relevan untuk sebuah website. Kata kunci di sini berarti kata atau frasa yang diketik pengguna di kolom pencarian. Contohnya adalah "cara merawat kucing", "harga laptop gaming", atau "jasa desain logo Surabaya". Melalui riset, Anda mengetahui istilah apa yang dipakai audiens, seberapa sering istilah itu dicari, dan seberapa sulit bersaing di dalamnya. Hasil riset kemudian menjadi dasar dalam menentukan topik konten dan struktur website.
Riset keyword bukan sekadar mencari kata dengan volume pencarian tertinggi. Proses ini juga tentang memahami orang di balik pencarian tersebut. Apa yang sebenarnya mereka butuhkan? Pada tahap mana mereka berada dalam perjalanan membeli atau belajar? Pemahaman seperti ini membantu Anda membuat konten yang tepat sasaran.
Riset keyword juga bukan pekerjaan sekali jalan. Perilaku pencarian berubah seiring waktu, tren, dan munculnya produk baru. Istilah yang populer tahun lalu bisa saja tidak lagi banyak dicari tahun ini. Karena itu, riset perlu diperbarui secara berkala. Website yang rutin memperbarui riset kata kunci biasanya lebih cepat menangkap peluang baru.
Mengapa Riset Keyword Penting?
Riset keyword memastikan bahwa usaha Anda dalam membuat konten tidak sia-sia. Setiap artikel membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya untuk diproduksi. Sayang sekali jika artikel tersebut membahas topik yang tidak dicari siapa pun. Dengan riset, Anda bisa memilih topik yang punya permintaan nyata. Berikut alasan lain mengapa riset keyword sangat penting.
Memahami bahasa audiens. Sering kali, istilah yang dipakai bisnis berbeda dengan istilah yang dipakai pelanggan. Perusahaan mungkin menyebut produknya "perangkat penyaring udara", sementara pelanggan mencari "air purifier". Riset keyword mengungkap kata-kata yang benar-benar diketik oleh calon pelanggan. Menggunakan bahasa mereka membuat konten lebih mudah ditemukan. Konten juga terasa lebih akrab bagi pembaca.
Menentukan prioritas konten. Tidak semua topik memiliki nilai yang sama. Ada topik yang banyak dicari tetapi sulit menghasilkan penjualan. Ada pula topik yang jarang dicari tetapi pencarinya sangat siap membeli. Riset keyword membantu Anda menimbang kedua hal ini. Dengan begitu, sumber daya bisa difokuskan pada konten yang paling bernilai.
Menemukan peluang yang terlewat pesaing. Riset sering mengungkap pertanyaan yang belum dijawab dengan baik oleh website lain. Celah seperti ini adalah peluang emas, terutama bagi website baru. Anda bisa masuk ke topik tersebut dengan konten yang lebih lengkap. Peringkat untuk kata kunci yang persaingannya rendah bisa dicapai lebih cepat. Dari sana, otoritas website perlahan terbangun.
Menyusun struktur website. Hasil riset keyword membantu menentukan kategori, halaman layanan, dan arsitektur informasi. Kata kunci yang berkaitan bisa dikelompokkan ke dalam satu kategori atau satu halaman pilar. Struktur yang logis memudahkan pengguna dan mesin pencari memahami website. Hal ini juga mencegah dua halaman bersaing untuk kata kunci yang sama. Masalah tersebut dikenal sebagai kanibalisasi kata kunci.
Istilah Dasar dalam Riset Keyword
Sebelum memulai riset, ada beberapa istilah yang perlu Anda pahami. Istilah ini muncul di hampir semua alat riset keyword. Memahaminya akan membantu Anda membaca data dengan benar. Ingat bahwa angka dari alat pihak ketiga umumnya merupakan perkiraan. Gunakan angka tersebut untuk perbandingan, bukan sebagai kepastian mutlak.
Seed keyword. Seed keyword adalah kata kunci dasar yang menjadi titik awal riset. Biasanya berupa satu atau dua kata yang menggambarkan topik utama. Contohnya adalah "kopi", "sepatu lari", atau "bimbel". Dari seed keyword, Anda akan menemukan ratusan variasi yang lebih spesifik. Pilih beberapa seed keyword yang mewakili produk atau topik inti Anda.
Volume pencarian. Volume pencarian adalah perkiraan berapa kali sebuah kata kunci dicari dalam periode tertentu, biasanya per bulan. Angka ini menunjukkan seberapa besar minat terhadap kata kunci tersebut. Volume tinggi berarti potensi trafik besar, tetapi biasanya persaingannya juga ketat. Perlu diingat bahwa banyak alat menampilkan volume dalam bentuk rentang atau angka yang dibulatkan. Selain itu, volume bisa berbeda jauh antara satu negara dan negara lain.
Keyword difficulty. Keyword difficulty adalah skor perkiraan tentang seberapa sulit mendapat peringkat untuk sebuah kata kunci. Skor ini biasanya dihitung berdasarkan kekuatan backlink halaman yang sudah berada di posisi atas. Setiap alat memiliki rumus yang berbeda, sehingga skornya tidak bisa dibandingkan antaralat. Gunakan skor ini sebagai gambaran awal saja. Pemeriksaan manual terhadap halaman pesaing tetap diperlukan.
CPC. CPC adalah singkatan dari cost per click, yaitu perkiraan biaya yang dibayar pengiklan untuk setiap klik iklan. Meski berkaitan dengan iklan, CPC berguna dalam riset SEO. CPC yang tinggi menandakan bahwa kata kunci tersebut bernilai komersial. Pengiklan bersedia membayar mahal karena pencarinya cenderung membeli. Kata kunci dengan CPC tinggi sering layak diprioritaskan dalam SEO.
Fitur SERP. Fitur SERP adalah elemen khusus di halaman hasil pencarian selain tautan biasa. Contohnya cuplikan unggulan, kotak "Orang juga bertanya", video, gambar, peta, dan ringkasan AI. Keberadaan fitur ini memengaruhi seberapa banyak klik yang bisa didapat dari hasil organik. Fitur tertentu juga menunjukkan format konten yang disukai pengguna. Misalnya, banyaknya video di hasil pencarian menandakan pengguna lebih suka tutorial visual.
Jenis Keyword Berdasarkan Panjangnya
Kata kunci sering dikelompokkan berdasarkan panjang dan tingkat spesifikasinya. Pengelompokan ini membantu Anda memahami karakter persaingan dan niat pencari. Semakin panjang kata kunci, biasanya semakin spesifik pula kebutuhan pencarinya. Kata kunci pendek cenderung umum dan ambigu. Berikut tiga jenis utamanya.
Short-Tail Keyword
Short-tail keyword atau head keyword biasanya terdiri dari satu hingga dua kata. Contohnya adalah "sepatu", "laptop", atau "resep ayam". Kata kunci jenis ini umumnya memiliki volume pencarian sangat besar. Namun, persaingannya juga sangat ketat karena banyak website besar mengincarnya. Selain itu, maksud pencariannya sering tidak jelas.
Seseorang yang mencari "laptop" mungkin ingin membeli, membandingkan harga, membaca ulasan, atau sekadar melihat gambar. Karena maksudnya beragam, sulit membuat satu halaman yang memuaskan semua pencari. Website baru hampir mustahil bersaing di kata kunci seperti ini dalam waktu dekat. Short-tail keyword lebih cocok dijadikan tema besar atau kategori. Fokus awal sebaiknya diarahkan ke kata kunci yang lebih spesifik.
Medium-Tail Keyword
Medium-tail keyword biasanya terdiri dari dua hingga tiga kata. Contohnya adalah "laptop untuk desain grafis" atau "resep ayam bakar". Kata kunci ini lebih spesifik dibanding short-tail, tetapi masih memiliki volume yang cukup. Persaingannya berada di tingkat menengah. Jenis ini sering dijadikan target untuk halaman kategori atau artikel pilar.
Long-Tail Keyword
Long-tail keyword terdiri dari tiga kata atau lebih dan sangat spesifik. Contohnya adalah "laptop untuk desain grafis harga 10 jutaan" atau "resep ayam bakar teflon tanpa arang". Volume pencarian masing-masing kata kunci long-tail biasanya kecil. Namun, jumlah variasinya sangat banyak. Jika dijumlahkan, kata kunci long-tail dapat mendatangkan trafik yang sangat besar.
Keunggulan utama long-tail keyword adalah maksud pencariannya jelas. Pencari tahu persis apa yang mereka inginkan. Karena itu, tingkat konversi dari kata kunci long-tail sering lebih tinggi. Persaingannya juga lebih rendah, sehingga cocok untuk website baru. Strategi yang efektif bagi pemula adalah memulai dari long-tail, lalu perlahan naik ke kata kunci yang lebih umum.
Kata kunci berbentuk pertanyaan juga termasuk kelompok long-tail. Contohnya adalah "kenapa kucing suka menggigit", "bagaimana cara membuat NPWP online", atau "berapa lama masa berlaku paspor". Kata kunci seperti ini sangat cocok untuk konten edukatif. Menjawab pertanyaan tersebut secara langsung juga membuka peluang tampil di cuplikan unggulan. Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan ini sebagai bahan untuk bagian FAQ di artikel Anda.
Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent
Search intent atau maksud pencarian adalah tujuan di balik sebuah pencarian. Memahami maksud pencarian sama pentingnya dengan mengetahui volume kata kunci. Google berusaha keras menampilkan halaman yang sesuai dengan maksud pengguna. Jika konten Anda tidak sesuai maksud tersebut, peluang mendapat peringkat akan kecil meskipun kontennya bagus. Secara umum, ada empat jenis maksud pencarian.
1. Informasional
Pencarian informasional dilakukan oleh orang yang ingin mengetahui sesuatu. Mereka mencari jawaban, penjelasan, tutorial, atau panduan. Kata kunci jenis ini sering mengandung kata seperti "apa itu", "cara", "kenapa", "pengertian", atau "contoh". Contohnya adalah "apa itu inflasi" atau "cara menanam cabai di polybag". Konten yang cocok untuk maksud ini adalah artikel blog, panduan, dan video tutorial.
Kata kunci informasional biasanya tidak langsung menghasilkan penjualan. Namun, kata kunci ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kepercayaan. Orang yang terbantu oleh artikel Anda akan mengingat merek Anda. Saat mereka siap membeli, ada kemungkinan mereka kembali. Konten informasional juga paling mudah mendapat tautan dari website lain.
2. Navigasional
Pencarian navigasional dilakukan oleh orang yang ingin menuju website atau halaman tertentu. Mereka sudah tahu tujuannya dan menggunakan mesin pencari sebagai jalan pintas. Contohnya adalah "login BPJS Kesehatan", "Tokopedia", atau "YouTube". Kata kunci ini hampir selalu dimenangkan oleh pemilik merek yang bersangkutan. Mencoba bersaing di kata kunci navigasional milik merek lain biasanya tidak efektif.
Meski begitu, kata kunci navigasional untuk merek Anda sendiri tetap perlu diperhatikan. Pastikan halaman utama, halaman login, dan halaman kontak mudah ditemukan saat orang mencari nama merek Anda. Jumlah pencarian merek juga bisa menjadi indikator pertumbuhan popularitas. Semakin banyak orang mencari nama Anda, semakin kuat merek Anda. Pantau angka ini di Search Console secara berkala.
3. Komersial
Pencarian komersial dilakukan oleh orang yang sedang mempertimbangkan pembelian. Mereka belum memutuskan, tetapi sedang membandingkan pilihan. Kata kunci jenis ini sering mengandung kata "terbaik", "rekomendasi", "review", "perbandingan", atau "vs". Contohnya adalah "HP kamera terbaik 3 jutaan" atau "Shopee vs Tokopedia untuk jualan". Konten yang cocok adalah ulasan, daftar rekomendasi, dan artikel perbandingan.
Kata kunci komersial sangat bernilai bagi bisnis dan blog afiliasi. Pencarinya berada dekat dengan keputusan membeli. Konten yang jujur dan mendalam dapat memengaruhi pilihan mereka. Namun, persaingannya juga cukup ketat. Ulasan yang didasari pengalaman nyata akan lebih unggul dibanding ulasan yang hanya mengutip spesifikasi.
4. Transaksional
Pencarian transaksional dilakukan oleh orang yang siap melakukan tindakan, biasanya membeli. Kata kuncinya sering mengandung kata "beli", "harga", "promo", "diskon", "pesan", atau "daftar". Contohnya adalah "beli sepatu lari pria" atau "pesan katering Jakarta Selatan". Halaman yang cocok untuk maksud ini adalah halaman produk, halaman layanan, dan halaman kategori toko. Artikel blog biasanya kurang cocok untuk kata kunci transaksional.
Cara Mengenali Search Intent dari Hasil Pencarian
Cara paling akurat untuk mengetahui maksud pencarian adalah melihat langsung hasil pencarian Google. Ketik kata kunci yang ingin Anda targetkan, lalu amati halaman-halaman di posisi atas. Apakah yang muncul kebanyakan artikel blog, halaman produk, video, atau peta? Format yang mendominasi hasil pencarian menunjukkan apa yang dianggap Google paling sesuai. Gunakan pengamatan ini sebagai panduan dalam menentukan format konten.
Perhatikan juga sudut pandang konten yang berada di posisi atas. Apakah mereka menargetkan pemula atau pengguna mahir? Apakah mereka berupa daftar, panduan langkah demi langkah, atau penjelasan konsep? Apakah mereka menyebutkan tahun untuk menunjukkan informasi terbaru? Detail-detail ini memberi petunjuk tentang ekspektasi pencari. Konten Anda sebaiknya memenuhi ekspektasi tersebut, lalu memberi nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing.
Terkadang hasil pencarian menampilkan campuran beberapa jenis maksud. Hal ini menandakan bahwa kata kunci tersebut ambigu. Dalam kasus seperti ini, pilih maksud yang paling sesuai dengan tujuan Anda. Anda juga bisa menargetkan variasi kata kunci yang lebih spesifik. Kata kunci yang lebih spesifik biasanya memiliki maksud yang lebih jelas.
Langkah-Langkah Riset Keyword
Sekarang saatnya masuk ke praktik. Langkah-langkah berikut dapat digunakan untuk blog pribadi, website perusahaan, maupun toko daring. Anda tidak harus mengikuti urutannya secara kaku. Namun, urutan ini membantu agar riset lebih terstruktur. Siapkan lembar kerja seperti Google Sheets untuk mencatat hasil riset.
Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Kenali Audiens
Mulailah dengan menjawab pertanyaan mendasar: apa tujuan website Anda? Apakah untuk menjual produk, mendapatkan prospek, membangun merek pribadi, atau menghasilkan pendapatan iklan? Tujuan ini akan menentukan jenis kata kunci yang diprioritaskan. Website toko akan lebih fokus pada kata kunci komersial dan transaksional. Blog edukasi akan lebih fokus pada kata kunci informasional.
Setelah itu, kenali siapa audiens Anda. Pikirkan usia, profesi, lokasi, tingkat pengetahuan, dan masalah yang mereka hadapi. Bayangkan pertanyaan apa yang mereka ketik di Google saat menghadapi masalah tersebut. Jika memungkinkan, tanyakan langsung kepada pelanggan atau baca pertanyaan yang sering masuk ke tim layanan. Wawasan dari interaksi nyata sering kali lebih berharga daripada data alat apa pun.
Langkah 2: Susun Daftar Seed Keyword
Tuliskan topik-topik utama yang berkaitan dengan bisnis atau minat Anda. Topik ini akan menjadi seed keyword. Sebuah toko perlengkapan bayi, misalnya, bisa memiliki seed keyword seperti "stroller", "popok", "botol susu", dan "MPASI". Usahakan memiliki lima hingga dua puluh seed keyword di awal. Jangan khawatir jika daftarnya masih kasar, karena akan disempurnakan di langkah berikutnya.
Langkah 3: Perluas Daftar Kata Kunci
Gunakan seed keyword untuk menemukan variasi yang lebih spesifik. Cara termudah adalah memanfaatkan fitur bawaan Google. Ketik seed keyword di kolom pencarian dan perhatikan saran pelengkapan otomatis yang muncul. Gulir ke bawah dan lihat bagian "Orang juga bertanya" serta penelusuran terkait di bagian bawah halaman. Semua saran ini berasal dari pencarian nyata pengguna.
Selanjutnya, masukkan seed keyword ke alat riset seperti Google Keyword Planner. Alat tersebut akan menampilkan ratusan ide kata kunci beserta perkiraan volume. Anda juga bisa memakai alat pihak ketiga untuk mendapatkan lebih banyak variasi. Catat semua kata kunci yang relevan ke dalam lembar kerja. Pada tahap ini, kumpulkan sebanyak mungkin terlebih dahulu sebelum menyaring.
Sumber ide lain yang sering terlupakan adalah forum dan media sosial. Lihat pertanyaan yang muncul di grup komunitas, kolom komentar YouTube, atau forum diskusi. Platform seperti Quora dan Reddit juga menyimpan banyak pertanyaan nyata. Untuk pasar Indonesia, grup Facebook dan forum lokal bisa menjadi tambang ide. Bahasa yang digunakan di sana sering kali persis seperti yang diketik orang di Google.
Langkah 4: Analisis Metrik Kata Kunci
Setelah daftar terkumpul, tambahkan data metrik untuk setiap kata kunci. Metrik utama yang perlu dicatat adalah volume pencarian, tingkat kesulitan, dan CPC. Catat juga tren dari Google Trends untuk kata kunci yang penting. Data ini membantu Anda melihat gambaran besar peluang di setiap kata kunci. Ingat kembali bahwa angka-angka ini adalah perkiraan.
Jangan langsung membuang kata kunci dengan volume rendah. Kata kunci bervolume rendah bisa sangat bernilai jika maksudnya sangat spesifik dan dekat dengan pembelian. Selain itu, alat riset sering kurang akurat untuk kata kunci yang sangat spesifik atau baru muncul. Satu artikel yang menargetkan kata kunci long-tail juga biasanya ikut mendapat peringkat untuk banyak variasi lain. Akibatnya, trafik nyata sering lebih besar daripada perkiraan volume satu kata kunci.
Langkah 5: Periksa Hasil Pencarian Secara Manual
Untuk kata kunci yang menjadi kandidat utama, lakukan pemeriksaan manual di Google. Lihat siapa saja yang berada di posisi atas. Apakah mereka website besar dengan otoritas tinggi, atau ada blog kecil dan forum yang juga masuk? Keberadaan website kecil di halaman pertama menandakan peluang yang terbuka. Sebaliknya, jika semua posisi diisi oleh merek besar dan media nasional, kata kunci tersebut mungkin terlalu sulit untuk saat ini.
Perhatikan juga kualitas konten pesaing. Apakah konten mereka lengkap, terbaru, dan mudah dibaca? Apakah ada pertanyaan penting yang tidak mereka jawab? Jika konten pesaing sudah usang atau dangkal, Anda punya peluang untuk membuat versi yang lebih baik. Catat kelebihan dan kekurangan setiap pesaing sebagai bahan perencanaan konten.
Langkah 6: Analisis Kata Kunci Pesaing
Pesaing adalah sumber ide kata kunci yang sangat berharga. Identifikasi beberapa website yang membidik audiens yang sama dengan Anda. Gunakan alat SEO berbayar untuk melihat kata kunci apa saja yang mendatangkan trafik ke website mereka. Cari kata kunci yang mereka dapatkan tetapi belum Anda targetkan. Analisis ini sering disebut content gap analysis atau analisis celah konten.
Jika belum memiliki alat berbayar, Anda tetap bisa melakukan analisis sederhana. Telusuri halaman kategori dan arsip blog pesaing secara manual. Perhatikan topik mana yang paling banyak mereka bahas. Gunakan operator pencarian seperti site:namadomain.com di Google untuk melihat halaman yang terindeks. Cara ini memang lebih lambat, tetapi memberikan gambaran yang cukup baik.
Langkah 7: Kelompokkan Kata Kunci
Daftar kata kunci yang panjang perlu dikelompokkan agar mudah dikelola. Kelompokkan kata kunci yang memiliki makna dan maksud pencarian yang sama. Contohnya, "cara membuat kopi susu", "resep kopi susu", dan "bikin kopi susu sendiri" kemungkinan besar bisa ditargetkan oleh satu artikel. Proses ini disebut keyword clustering. Tujuannya agar satu halaman menargetkan satu kelompok kata kunci, bukan hanya satu kata kunci.
Cara sederhana untuk menguji apakah dua kata kunci masuk satu kelompok adalah membandingkan hasil pencariannya. Jika halaman-halaman di posisi atas untuk kedua kata kunci sebagian besar sama, keduanya bisa ditargetkan oleh satu halaman. Jika hasilnya sangat berbeda, sebaiknya dibuat halaman terpisah. Cara ini mengikuti pemahaman Google, bukan sekadar tebakan kita. Beberapa alat berbayar sudah menyediakan fitur pengelompokan otomatis berdasarkan prinsip ini.
Setelah kelompok terbentuk, susun kelompok-kelompok tersebut ke dalam klaster topik. Klaster topik terdiri dari satu halaman pilar yang membahas topik besar secara menyeluruh. Halaman pilar tersebut didukung oleh beberapa artikel turunan yang membahas subtopik secara mendalam. Semua artikel turunan menautkan ke halaman pilar, dan sebaliknya. Struktur ini membantu menunjukkan kedalaman pengetahuan website Anda tentang sebuah topik.
Langkah 8: Tentukan Prioritas
Tidak mungkin menggarap semua kelompok kata kunci sekaligus. Anda perlu menentukan prioritas berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah relevansi dengan bisnis atau tujuan website. Pertimbangan kedua adalah potensi trafik. Pertimbangan ketiga adalah tingkat kesulitan dibandingkan dengan kekuatan website Anda saat ini.
Salah satu cara praktis adalah memberikan skor sederhana untuk setiap kelompok. Beri nilai satu sampai tiga untuk relevansi, potensi, dan kemudahan. Jumlahkan skornya, lalu urutkan dari yang tertinggi. Kelompok dengan relevansi tinggi dan kesulitan rendah biasanya menjadi prioritas utama. Pendekatan ini sederhana, tetapi membantu mengambil keputusan dengan lebih objektif.
Langkah 9: Petakan Kata Kunci ke Halaman
Langkah terakhir adalah memetakan setiap kelompok kata kunci ke halaman tertentu. Proses ini disebut keyword mapping. Setiap halaman memiliki satu kata kunci utama dan beberapa kata kunci pendukung. Catat juga apakah halaman tersebut sudah ada atau perlu dibuat. Peta kata kunci ini menjadi rencana kerja tim konten.
Keyword mapping juga berfungsi mencegah kanibalisasi kata kunci. Kanibalisasi terjadi ketika dua halaman atau lebih di website yang sama bersaing untuk kata kunci yang sama. Akibatnya, Google bingung memilih halaman mana yang harus ditampilkan. Peringkat kedua halaman bisa sama-sama melemah. Dengan peta yang jelas, setiap halaman memiliki tugasnya masing-masing.
Berikut contoh sederhana format peta kata kunci yang bisa Anda gunakan:
HalamanKata Kunci UtamaKata Kunci PendukungMaksudStatus
/cara-membuat-kopi-susu/
cara membuat kopi susu
resep kopi susu, kopi susu kekinian
Informasional
Perlu dibuat
/kopi-bubuk-arabika/
kopi bubuk arabika
beli kopi arabika, kopi arabika asli
Transaksional
Sudah ada
/perbedaan-arabika-robusta/
perbedaan arabika dan robusta
arabika vs robusta, kopi robusta
Informasional
Perlu diperbarui
Alat Riset Keyword Gratis dan Berbayar
Pilihan alat riset keyword sangat beragam. Anda tidak harus memakai semuanya. Pilih satu atau dua alat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Yang terpenting adalah konsisten menggunakan alat yang sama agar datanya bisa dibandingkan. Berikut beberapa alat yang paling umum digunakan.
Alat Gratis
Google Autocomplete dan "Orang juga bertanya". Fitur bawaan Google ini sering diremehkan, padahal sangat berguna. Saran pelengkapan otomatis mencerminkan pencarian populer yang dilakukan pengguna. Kotak "Orang juga bertanya" menampilkan pertanyaan terkait yang bisa dijadikan subjudul atau FAQ. Semakin banyak pertanyaan yang Anda klik, semakin banyak pertanyaan baru yang muncul. Fitur ini sangat cocok untuk menemukan kata kunci long-tail.
Google Keyword Planner. Alat ini tersedia gratis di dalam akun Google Ads. Anda bisa memasukkan kata kunci atau URL website untuk mendapatkan ide kata kunci. Keyword Planner menampilkan rentang volume pencarian bulanan dan tingkat persaingan iklan. Pengguna yang tidak menjalankan iklan biasanya hanya melihat rentang volume, bukan angka pasti. Meski begitu, data ini sudah cukup untuk membandingkan potensi antarkata kunci.
Google Trends. Google Trends menunjukkan popularitas relatif sebuah topik dari waktu ke waktu. Angka yang ditampilkan bukan volume absolut, melainkan indeks dari 0 sampai 100. Alat ini berguna untuk melihat apakah minat terhadap topik sedang naik atau turun. Anda juga bisa membandingkan beberapa kata kunci sekaligus dan melihat sebaran minat per provinsi. Fitur ini membantu memilih istilah yang lebih populer di antara beberapa sinonim.
Google Search Console. Jika website Anda sudah berjalan, Search Console adalah sumber data kata kunci terbaik. Data di dalamnya menunjukkan kata kunci yang benar-benar membuat website Anda muncul di Google. Pembahasan lengkapnya ada di bagian berikutnya. Alat ini gratis dan datanya berasal langsung dari Google. Setiap pemilik website sebaiknya memeriksanya secara rutin.
AnswerThePublic dan alat sejenis. Alat ini mengumpulkan pertanyaan dan frasa berdasarkan saran pencarian. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk visual yang dikelompokkan berdasarkan kata tanya. Versi gratisnya memiliki batas penggunaan harian. Alat ini sangat membantu untuk menemukan ide konten berbentuk pertanyaan. Gunakan sebagai pelengkap, bukan sumber utama.
Alat Berbayar
Ahrefs. Ahrefs dikenal dengan basis data backlink dan kata kuncinya yang besar. Fitur Keywords Explorer menampilkan volume, tingkat kesulitan, dan halaman yang berada di peringkat atas. Fitur Site Explorer memungkinkan Anda melihat kata kunci dan backlink milik pesaing. Ahrefs juga menyediakan beberapa alat gratis dengan fitur terbatas. Alat ini populer di kalangan profesional SEO.
Semrush. Semrush adalah platform pemasaran digital yang mencakup riset kata kunci, audit website, dan analisis kompetitor. Fitur Keyword Magic Tool dapat menghasilkan banyak sekali variasi kata kunci dari satu seed keyword. Semrush juga menyediakan fitur pengelompokan dan analisis maksud pencarian. Platform ini cocok untuk tim pemasaran yang membutuhkan banyak fitur dalam satu tempat. Harganya relatif tinggi untuk pengguna perorangan.
Ubersuggest, Moz, dan lainnya. Ubersuggest menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan fitur yang cukup lengkap untuk pemula. Moz memiliki Keyword Explorer dan metrik otoritas domain yang cukup dikenal. Ada pula berbagai alat lain dengan keunggulan masing-masing. Sebelum berlangganan, manfaatkan masa uji coba untuk menilai kecocokannya. Perhatikan juga seberapa baik alat tersebut menampilkan data untuk pasar Indonesia.
Satu hal penting perlu diingat: data dari alat pihak ketiga bisa berbeda satu sama lain. Perbedaan ini wajar karena setiap alat menggunakan sumber dan metode perhitungan yang berbeda. Jangan terlalu terpaku pada satu angka tertentu. Gunakan data tersebut untuk membandingkan peluang secara relatif. Keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan pemeriksaan manual dan pemahaman tentang audiens.
Memanfaatkan Data Search Console
Bagi website yang sudah berjalan, Search Console adalah tambang emas kata kunci. Laporan Performa menunjukkan kueri pencarian yang membuat website Anda tampil di Google. Untuk setiap kueri, Anda bisa melihat jumlah klik, tayangan, CTR, dan posisi rata-rata. Data ini nyata dan spesifik untuk website Anda. Berikut beberapa cara memanfaatkannya untuk riset keyword.
Temukan kata kunci di posisi 8 sampai 20. Kata kunci di rentang ini berada di akhir halaman pertama atau di halaman kedua. Halaman Anda sudah dianggap relevan, tetapi belum cukup kuat. Perbaikan kecil seperti menambah bagian baru, memperbarui informasi, atau menambah tautan internal bisa mendorongnya naik. Peluang seperti ini sering disebut sebagai "buah yang mudah dipetik". Prioritaskan kata kunci di rentang ini sebelum mengejar kata kunci baru.
Temukan kueri yang tidak terduga. Sering kali, website Anda muncul untuk kata kunci yang tidak pernah Anda targetkan secara sengaja. Kueri seperti ini menunjukkan topik yang dianggap relevan oleh Google. Jika kueri tersebut memiliki tayangan yang cukup, pertimbangkan membuat konten khusus untuknya. Bisa juga dengan menambahkan bagian yang menjawab kueri itu secara langsung di artikel yang sudah ada. Cara ini memanfaatkan sinyal relevansi yang sudah Anda miliki.
Perbaiki CTR yang rendah. Kueri dengan tayangan tinggi tetapi CTR rendah menandakan judul atau deskripsi kurang menarik. Bandingkan judul Anda dengan judul pesaing di hasil pencarian. Coba tulis ulang judul agar lebih spesifik, menjanjikan manfaat yang jelas, dan sesuai dengan maksud pencarian. Pantau perubahan CTR selama beberapa minggu setelah perbaikan. Peningkatan CTR bisa menambah trafik tanpa harus menaikkan peringkat.
Deteksi kanibalisasi. Filter laporan berdasarkan satu kueri, lalu lihat tab Halaman. Jika ada beberapa halaman yang bergantian tampil untuk kueri yang sama, mungkin terjadi kanibalisasi. Tinjau apakah halaman-halaman tersebut memang membahas topik yang sama. Jika ya, pertimbangkan untuk menggabungkannya menjadi satu halaman yang lebih kuat. Gunakan redirect 301 dari halaman lama ke halaman gabungan.
Keunikan Kata Kunci Berbahasa Indonesia
Riset keyword untuk pasar Indonesia memiliki tantangan dan keunikan tersendiri. Cara orang Indonesia mengetik di mesin pencari sangat beragam. Banyak panduan riset keyword berasal dari luar negeri dan tidak membahas hal ini. Memahami keunikan ini akan memberi Anda keunggulan dibanding pesaing. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Campuran bahasa Indonesia dan Inggris. Banyak istilah teknologi dan gaya hidup lebih sering dicari dalam bahasa Inggris. Contohnya, orang lebih sering mengetik "skincare" daripada "perawatan kulit", atau "laptop gaming" daripada "laptop permainan". Namun, untuk topik lain, istilah Indonesia lebih populer. Selalu bandingkan kedua versi menggunakan Google Trends atau Keyword Planner. Pilih istilah yang paling banyak digunakan audiens Anda sebagai kata kunci utama.
Bahasa informal dan singkatan. Pengguna sering mengetik dengan gaya percakapan sehari-hari. Kata "bikin" sering dipakai sebagai pengganti "membuat", dan "HP" lebih umum dari "ponsel". Singkatan seperti "gimana", "gak", atau "yg" juga muncul dalam pencarian. Anda tidak harus menulis seluruh artikel dengan bahasa informal. Namun, memasukkan variasi tersebut secara wajar di beberapa bagian dapat membantu relevansi.
Variasi ejaan. Satu kata bisa ditulis dengan beberapa ejaan, terutama untuk kata serapan. Contohnya adalah "praktek" dan "praktik", atau "aktifitas" dan "aktivitas". Ada juga perbedaan penulisan merek dan istilah asing. Google umumnya cukup pintar dalam memahami variasi ejaan. Meski begitu, gunakan ejaan baku sebagai bentuk utama dan pertimbangkan variasi populer sebagai pendukung.
Kata kunci berbasis daerah. Indonesia memiliki banyak kota dan daerah dengan istilah lokalnya masing-masing. Nama makanan, produk, atau jasa bisa berbeda dari satu daerah ke daerah lain. Bisnis lokal perlu memperhatikan istilah yang digunakan di wilayah layanannya. Google Trends dapat membantu melihat sebaran minat per provinsi. Data ini berguna untuk menentukan kata kunci yang tepat bagi setiap wilayah.
Keterbatasan data volume. Beberapa alat riset memiliki data yang lebih lengkap untuk pasar berbahasa Inggris. Untuk kata kunci berbahasa Indonesia yang spesifik, volume sering tercatat nol atau sangat kecil. Hal ini tidak selalu berarti tidak ada yang mencari. Gunakan sumber data tambahan seperti autocomplete, Search Console, dan pengamatan di forum lokal. Kombinasi beberapa sumber memberikan gambaran yang lebih akurat.
Riset Keyword untuk Bisnis Lokal dan Toko Daring
Bisnis Lokal
Bisnis lokal perlu fokus pada kata kunci yang mengandung unsur lokasi. Pola yang umum adalah gabungan jenis layanan dan nama tempat, seperti "laundry kiloan Depok" atau "servis AC Bekasi Timur". Pencarian dengan kata "terdekat" atau "dekat sini" juga sangat penting. Untuk pencarian seperti itu, Google menggunakan lokasi pengguna, sehingga profil Google Business Profile sangat berperan. Website tetap perlu mendukung dengan halaman layanan yang menyebutkan wilayah secara jelas.
Jika bisnis melayani beberapa kota, buatlah halaman khusus untuk setiap lokasi. Pastikan setiap halaman memiliki konten yang benar-benar berbeda dan relevan dengan wilayahnya. Hindari membuat puluhan halaman yang hanya mengganti nama kota. Halaman seperti itu dianggap sebagai konten berkualitas rendah dan bisa melanggar kebijakan spam. Sertakan informasi lokal yang nyata, seperti alamat cabang, area layanan, atau proyek yang pernah dikerjakan di daerah tersebut.
Toko Daring
Toko daring perlu memperhatikan kata kunci di beberapa tingkatan. Tingkatan pertama adalah kategori, seperti "sepatu lari pria" atau "tas ransel laptop". Tingkatan kedua adalah produk spesifik, termasuk merek, tipe, warna, dan ukuran. Tingkatan ketiga adalah konten pendukung, seperti panduan memilih ukuran atau perbandingan produk. Setiap tingkatan memiliki maksud pencarian yang berbeda.
Halaman kategori sebaiknya menargetkan kata kunci komersial yang lebih umum. Halaman produk menargetkan kata kunci transaksional yang spesifik. Artikel blog menargetkan kata kunci informasional dan komersial yang mendukung keputusan pembelian. Ketiganya saling dihubungkan dengan tautan internal. Struktur seperti ini membantu pengunjung bergerak dari tahap mencari informasi hingga tahap membeli.
Perhatikan juga kata kunci yang mengandung atribut produk. Pembeli sering mencari berdasarkan fungsi atau masalah, misalnya "sepatu untuk kaki lebar" atau "kasur untuk sakit punggung". Kata kunci seperti ini menunjukkan kebutuhan yang sangat spesifik. Konten yang menjawab kebutuhan tersebut bisa mendatangkan pembeli yang sangat potensial. Tambahkan informasi atribut ini di deskripsi produk dan halaman kategori.
Kata Kunci Musiman
Banyak kata kunci memiliki pola musiman. Minat terhadapnya naik tajam pada waktu tertentu, lalu turun kembali. Di Indonesia, momen seperti Ramadan, Lebaran, tahun ajaran baru, dan akhir tahun sangat memengaruhi pola pencarian. Kata kunci seperti "baju lebaran", "resep kue kering", atau "tiket mudik" melonjak menjelang Idulfitri. Harbolnas dan promo tanggal kembar juga mendorong lonjakan pencarian terkait belanja.
Gunakan Google Trends untuk melihat pola musiman sebuah kata kunci selama beberapa tahun terakhir. Dari pola tersebut, Anda bisa mengetahui kapan minat mulai naik. Terbitkan atau perbarui konten musiman beberapa minggu sebelum puncak minat. Hal ini memberi waktu bagi Google untuk merayapi dan mengindeks halaman Anda. Konten yang terbit tepat di hari puncak biasanya sudah terlambat.
Untuk konten musiman yang berulang setiap tahun, pertahankan URL yang sama. Perbarui isinya setiap tahun alih-alih membuat halaman baru. Dengan cara ini, sinyal dan backlink yang sudah dikumpulkan tetap terjaga. Hindari mencantumkan tahun di URL agar halaman tetap relevan. Tahun boleh dicantumkan di judul dan diperbarui sesuai kebutuhan.
Menempatkan Keyword di dalam Konten
Setelah kata kunci dipilih, langkah berikutnya adalah menggunakannya di dalam konten. Penempatan yang tepat membantu mesin pencari memahami fokus halaman. Namun, penempatan yang berlebihan justru merusak keterbacaan. Prinsip utamanya adalah alami dan relevan. Berikut tempat-tempat penting untuk meletakkan kata kunci.
Judul halaman dan H1. Letakkan kata kunci utama di judul halaman, sebaiknya di bagian awal. Judul H1 di dalam halaman juga sebaiknya memuat kata kunci tersebut. Judul halaman dan H1 tidak harus sama persis. Anda bisa membuat variasi agar keduanya tetap menarik. Pastikan judul tetap enak dibaca oleh manusia.
Paragraf pembuka. Sebutkan kata kunci utama di paragraf pertama atau kedua. Hal ini menegaskan topik halaman sejak awal. Pembaca juga langsung tahu bahwa mereka berada di halaman yang tepat. Jangan memaksakan kata kunci di kalimat pertama jika terasa janggal. Yang penting, topik utama sudah jelas di bagian awal.
Subjudul. Gunakan kata kunci pendukung dan variasinya di subjudul H2 dan H3. Subjudul berbentuk pertanyaan sangat efektif untuk kata kunci long-tail. Struktur ini juga memudahkan pembaca memindai isi artikel. Tidak semua subjudul harus memuat kata kunci. Gunakan hanya jika memang relevan dengan isi bagian tersebut.
URL, meta description, dan teks alternatif. Masukkan kata kunci utama ke dalam URL yang singkat. Tulis meta description yang memuat kata kunci dan menjelaskan manfaat halaman. Gunakan kata kunci di teks alternatif gambar hanya jika memang menggambarkan isi gambar. Jangan mengisi teks alternatif dengan deretan kata kunci. Panduan lengkap optimasi elemen-elemen ini dibahas di artikel apa itu SEO.
Istilah terkait. Selain kata kunci utama, gunakan istilah-istilah yang berhubungan secara alami. Artikel tentang "cara menanam tomat" sebaiknya juga membahas bibit, media tanam, penyiraman, pupuk, dan hama. Istilah-istilah ini menunjukkan bahwa pembahasan Anda lengkap. Anda tidak perlu menghitung kepadatan kata kunci secara kaku. Tulis secara menyeluruh, maka istilah terkait akan muncul dengan sendirinya.
Contoh Penerapan Riset Keyword
Agar lebih mudah dipahami, mari lihat contoh penerapan riset keyword secara sederhana. Contoh ini bersifat ilustrasi untuk menunjukkan alur berpikir, bukan data nyata. Bayangkan Anda mengelola toko daring yang menjual kopi bubuk dari petani lokal. Tujuan Anda adalah meningkatkan penjualan melalui pencarian organik. Berikut cara menerapkan langkah-langkah riset keyword.
Pertama, Anda menentukan seed keyword seperti "kopi bubuk", "kopi arabika", "kopi robusta", dan "kopi lokal". Kedua, Anda memperluas daftar menggunakan autocomplete dan Keyword Planner. Dari sana muncul kata kunci seperti "kopi arabika Gayo", "perbedaan arabika dan robusta", "cara menyeduh kopi tanpa mesin", dan "kopi bubuk untuk V60". Anda juga menemukan pertanyaan seperti "berapa lama kopi bubuk bisa disimpan" dari kotak "Orang juga bertanya". Semua kata kunci ini dicatat ke dalam lembar kerja.
Ketiga, Anda memeriksa hasil pencarian untuk beberapa kata kunci utama. Untuk "kopi arabika Gayo", hasil teratas didominasi halaman produk dan marketplace. Artinya, kata kunci ini bermaksud transaksional dan cocok untuk halaman produk. Untuk "perbedaan arabika dan robusta", hasil teratas berupa artikel penjelasan. Artinya, kata kunci ini cocok untuk artikel blog.
Keempat, Anda mengelompokkan kata kunci. Kata kunci tentang cara menyeduh dikelompokkan dalam klaster "panduan menyeduh". Kata kunci tentang jenis kopi dikelompokkan dalam klaster "mengenal jenis kopi". Kata kunci transaksional dipetakan ke halaman produk dan kategori. Setiap klaster memiliki satu halaman pilar dan beberapa artikel turunan.
Kelima, Anda menentukan prioritas. Halaman produk yang sudah ada diperbaiki terlebih dahulu karena paling dekat dengan penjualan. Setelah itu, Anda membuat artikel "perbedaan arabika dan robusta" yang menautkan ke halaman produk masing-masing. Artikel-artikel panduan menyeduh dibuat secara bertahap setiap minggu. Setelah beberapa bulan, Anda meninjau data Search Console untuk melihat kata kunci mana yang mulai menghasilkan trafik.
Kesalahan Umum dalam Riset Keyword
Riset keyword terlihat sederhana, tetapi banyak kesalahan yang sering dilakukan. Kesalahan ini dapat membuat konten tidak mendapat trafik meskipun sudah ditulis dengan baik. Kenali kesalahan berikut agar Anda bisa menghindarinya. Sebagian besar kesalahan ini berakar dari terlalu fokus pada angka. Padahal, riset keyword pada dasarnya adalah upaya memahami manusia.
Hanya mengejar volume tinggi. Kata kunci bervolume tinggi memang menggiurkan. Namun, persaingannya sering terlalu berat untuk website baru. Selain itu, maksudnya sering tidak jelas dan konversinya rendah. Kombinasikan kata kunci bervolume tinggi dengan long-tail yang lebih realistis. Bangun otoritas secara bertahap.
Mengabaikan search intent. Menulis artikel blog untuk kata kunci yang hasil pencariannya didominasi halaman produk biasanya sia-sia. Begitu pula sebaliknya. Selalu periksa hasil pencarian sebelum memutuskan format konten. Kesesuaian dengan maksud pencarian sering lebih menentukan daripada kualitas tulisan. Langkah pengecekan ini hanya membutuhkan beberapa menit.
Memilih kata kunci yang tidak relevan. Kata kunci yang populer belum tentu relevan dengan bisnis Anda. Trafik dari kata kunci yang tidak relevan jarang menghasilkan konversi. Pengunjung datang, lalu pergi karena tidak menemukan apa yang mereka cari. Prioritaskan kata kunci yang berhubungan langsung dengan produk, layanan, atau keahlian Anda. Trafik yang lebih kecil tetapi relevan jauh lebih berharga.
Membuat banyak halaman untuk kata kunci yang mirip. Membuat halaman terpisah untuk setiap variasi kecil kata kunci dapat menimbulkan kanibalisasi. Konten juga menjadi tipis dan berulang. Gabungkan variasi yang memiliki maksud sama ke dalam satu halaman yang komprehensif. Gunakan perbandingan hasil pencarian untuk menentukan apakah perlu halaman terpisah. Satu halaman yang kuat lebih baik daripada lima halaman yang lemah.
Terlalu percaya pada angka alat. Volume dan tingkat kesulitan dari alat riset hanyalah perkiraan. Angka nol bukan berarti tidak ada yang mencari. Skor kesulitan rendah juga bukan jaminan mudah mendapat peringkat. Selalu kombinasikan data alat dengan pengecekan manual. Pemahaman tentang audiens tetap menjadi kompas utama.
Tidak memperbarui riset. Riset yang dilakukan sekali lalu dilupakan akan cepat usang. Tren pencarian, produk, dan pesaing terus berubah. Jadwalkan peninjauan riset keyword secara berkala, misalnya setiap tiga sampai enam bulan. Tambahkan kata kunci baru yang muncul dan hapus yang tidak lagi relevan. Riset yang terus diperbarui menjaga strategi konten tetap tajam.
FAQ Riset Keyword
Apa itu riset keyword?
Riset keyword adalah proses menemukan dan menganalisis kata kunci yang digunakan orang di mesin pencari. Tujuannya adalah memilih kata kunci yang relevan, memiliki permintaan, dan realistis untuk dikejar. Hasil riset menjadi dasar dalam menentukan topik dan struktur konten.
Apa alat riset keyword gratis yang terbaik untuk pemula?
Untuk pemula, kombinasi Google Autocomplete, "Orang juga bertanya", Google Keyword Planner, Google Trends, dan Google Search Console sudah sangat memadai. Semua alat tersebut gratis dan datanya berasal dari Google. Alat berbayar bisa dipertimbangkan setelah kebutuhan Anda berkembang.
Berapa jumlah kata kunci yang ideal untuk satu artikel?
Satu artikel sebaiknya memiliki satu kata kunci utama dan beberapa kata kunci pendukung yang memiliki maksud sama. Tidak ada angka pasti untuk kata kunci pendukung. Yang penting, semuanya relevan dan bisa dibahas secara alami dalam satu halaman.
Apa itu long-tail keyword?
Long-tail keyword adalah kata kunci yang panjang dan spesifik, biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih. Volume pencariannya lebih kecil, tetapi persaingannya lebih rendah dan maksudnya lebih jelas. Jenis kata kunci ini sangat cocok untuk website baru.
Seberapa sering riset keyword perlu dilakukan?
Riset keyword sebaiknya dilakukan sebelum membuat konten baru dan ditinjau ulang secara berkala. Peninjauan setiap tiga sampai enam bulan cukup untuk sebagian besar website. Untuk industri yang cepat berubah, peninjauan bisa dilakukan lebih sering.
Apakah kata kunci harus ditulis persis sama di dalam artikel?
Tidak harus. Google mampu memahami sinonim, variasi kata, dan konteks. Gunakan kata kunci utama di tempat-tempat penting, lalu gunakan variasi dan istilah terkait secara alami di bagian lain.
Kesimpulan
Riset keyword adalah langkah awal yang menentukan keberhasilan strategi SEO. Proses ini membantu Anda memahami bahasa, kebutuhan, dan maksud audiens saat mencari di Google. Mulailah dari tujuan dan seed keyword, lalu perluas daftar dengan berbagai alat. Periksa maksud pencarian secara manual, kelompokkan kata kunci, tentukan prioritas, dan petakan ke halaman yang tepat. Untuk pasar Indonesia, perhatikan juga campuran bahasa, istilah informal, dan pola musiman.
Jangan terpaku pada angka volume semata. Kata kunci yang relevan dan sesuai maksud pencarian jauh lebih bernilai daripada kata kunci populer yang tidak tepat sasaran. Setelah konten berdasarkan hasil riset diterbitkan, pastikan halaman tersebut segera ditemukan Google. Langkah-langkahnya dapat Anda pelajari di artikel cara agar artikel cepat terindeks Google. Dengan riset yang tepat dan konsisten, setiap konten yang Anda buat akan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk ditemukan.