Hujan lebat selama berjam-jam bisa mengubah jalan menjadi sungai dalam waktu singkat. Banjir menimpa banyak daerah di Indonesia, termasuk kota-kota yang berada di antara pegunungan dan pesisir seperti Padang, ketika air hujan dan luapan sungai bertemu dengan saluran yang tak mampu menampung. Banjir tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa ditekan jika keluarga siap sejak awal. Panduan ini merangkum langkah siaga banjir yang umum dianjurkan lembaga kebencanaan.

Sebelum Banjir: Persiapan yang Menentukan

Kenali risiko di sekitar Anda

Cari tahu apakah rumah Anda berada di dataran rendah, dekat sungai, atau di jalur aliran air. Tanyakan kepada pengurus RT atau RW tentang riwayat banjir di lingkungan Anda dan lokasi tempat pengungsian terdekat. Pantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta informasi dari BPBD setempat.

Siapkan tas siaga bencana

Panduan kesiapsiagaan menyarankan keluarga siap bertahan mandiri sekurang-kurangnya tiga hari. Tas siaga yang praktis dan mudah dibawa biasanya berisi:

  1. dokumen penting dalam wadah kedap air (kartu identitas, kartu keluarga, ijazah, polis, dan buku tabungan, atau salinannya),
  2. pakaian ganti untuk tiga hari,
  3. air minum dan makanan tahan lama,
  4. obat pribadi, obat-obatan dasar, dan perlengkapan P3K,
  5. senter, baterai cadangan, dan peluit,
  6. pengisi daya portabel,
  7. jas hujan, selimut, dan sedikit uang tunai,
  8. perlengkapan khusus bayi, lansia, atau anggota keluarga yang membutuhkan.

Simpan tas di tempat tinggi yang mudah dijangkau, bukan di gudang bawah.

Amankan dokumen dan barang berharga

Pindai atau foto dokumen penting dan simpan salinan digitalnya di penyimpanan daring serta di ponsel keluarga lain. Pindahkan peralatan elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi bila hujan deras berlangsung lama.

Buat rencana keluarga

Tentukan jalur evakuasi dan titik kumpul bila terpisah. Simpan nomor penting: nomor darurat nasional 112, kontak BPBD, dan nomor tetangga atau kerabat. Ajarkan anak apa yang harus dilakukan jika air naik.

Bersihkan lingkungan

Pastikan saluran air di depan rumah tidak tersumbat sampah. Pangkas dahan pohon yang rapuh. Kebersihan selokan sering menentukan seberapa cepat air surut.

Saat Banjir: Utamakan Keselamatan

  • Matikan listrik dari meteran utama bila air mulai masuk rumah, supaya terhindar dari sengatan listrik. Jangan menyentuh perangkat listrik dalam keadaan basah.
  • Segera mengungsi bila air terus naik atau ada peringatan resmi. Barang bisa dibeli lagi, nyawa tidak.
  • Jangan menerobos arus deras, baik berjalan kaki maupun berkendara. Air yang tampak dangkal bisa menyeret orang dan kendaraan. Genangan juga menyembunyikan lubang dan benda tajam.
  • Hindari kabel listrik yang menjuntai dan tiang yang terendam.
  • Bawa anak, lansia, dan penyandang disabilitas lebih dulu.
  • Dengarkan informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau aparat setempat, bukan pesan berantai yang belum jelas sumbernya.
  • Hubungi nomor darurat bila terjebak atau ada yang terluka.

Sesudah Banjir: Pulih dengan Aman

Banjir yang sudah surut belum berarti aman.

  1. Kembali setelah dinyatakan aman. Periksa kondisi bangunan, retakan dinding, dan lantai yang licin.
  2. Waspada hewan berbahaya. Ular, kalajengking, atau tikus bisa bersembunyi di rumah yang baru tergenang.
  3. Pastikan listrik dan gas diperiksa oleh petugas atau orang yang berkompeten sebelum dinyalakan kembali.
  4. Buang makanan yang terendam dan jangan minum air sumur atau air keran yang belum dipastikan aman. Rebus air hingga mendidih atau gunakan air kemasan.
  5. Bersihkan dengan perlindungan. Pakai sepatu bot, sarung tangan, dan masker. Cuci dan keringkan perabot, lalu semprot area dengan pembersih.
  6. Jaga kesehatan. Sesudah banjir, penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan leptospirosis (dikaitkan dengan air tercemar urine tikus) lebih mudah muncul. Segera ke fasilitas kesehatan bila demam, mata kuning, nyeri otot hebat, atau diare yang tak kunjung membaik.
  7. Dokumentasikan kerusakan dengan foto untuk keperluan laporan ke RT, RW, atau aparat, dan untuk klaim asuransi bila ada.

Evaluasi dan Persiapan Berikutnya

Setelah situasi tenang, evaluasi bersama keluarga: apa yang berjalan baik dan apa yang kurang. Perbarui isi tas siaga, ganti obat yang kedaluwarsa, dan periksa saluran air. Ikut kegiatan kerja bakti atau simulasi bencana di lingkungan Anda bila diadakan.

Penutup

Banjir sulit diprediksi, tetapi kesiapsiagaan bisa dilatih. Mulailah dengan tiga langkah kecil minggu ini: siapkan tas siaga, simpan salinan dokumen penting, dan catat nomor darurat di tempat yang mudah dilihat. Persiapan sederhana ini bisa menjadi pembeda antara panik dan tindakan tepat saat air mulai naik.